Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 30 Maret 2017

Kebudayaan Lingkungan RumahKu


          Perkenalkan nama Saya Raga Putra Nugraha, Saya tinggal di Jakarta lebih tepatnya di Jakarta Selatan. Banyak sekali perubahan yang kualami selama tinggal disini mulai dari kebersihan, kebersamaan dan lain lainnya.

          Dulu seringkali diadakan tiap minggu yaitu Kerja Bakti, setiap warga membawa alat kebersihan seperti sapu, gunting rumput, golok, karung, dan masih banyak yang lainnya. Warga didaerahku saling membersihkan saluran air, pinggiran jalan, menebang pohon yang membahayakan jalan, membersihkan rumput rumput liar dan masih banyak lagi. Setiap minggu pasti ramai suara warga termasuk anak anak. Banyak anak anak membantu untuk mengumpulkan rumput liar kedalam karung, Ibu ibu mempersiapkan minuman bahkan minuman untuk para warganya yang membersihkan lingkugan sekitar.

          Waktu demi waktu jaman semakin modern, sedikit demi sedikit rasa kebersamaan antar warga berkurang sudah tidak ada lagi acara Kerja Bakti didaerah rumahku. Hanya saja warga membersihkan lingkugan rumahnya sendiri tidak lagi bersama sama untuk membersihkan bersama.

          Dulu yang kuingat semasa hari kemerdekaan Indonesia atau kita biasa menyebutkannya tujuh belasan, banyak sekali lomba lomba yang diadakan namun kini hanya kenangan karena lingkungan didaerahku makin banyak rumah rumah dan berkurangnya lapangan didaerahku sekalipunnya ada tidak senyaman dulu. Dulu kuingat lapangan untuk acara tersebut seperti lapangan sepak bola sangat luas namun sekarang hanyalah lapangan bulu tangkis yang sempit. Acaranya pun sekarang tidak menarik yang kita tau acara tujuh belasan itu untuk anak anak namu sekarang hanyalah untuk kepentingan orang dewasa yaitu lebih dominan acara dangdut. Saya tidak mempersalahkan acara dangdut tersebut tapi tidak etis karena banyak warga memberikan bantuan dana dan tenaga untuk memeriahkan acara tersebut untuk hadiah, perlengkapan lomba dan lainnya namun sekarang bantuan dana tersebut hanyalah untuk membayar penyanyi dangdut. Sangat miris membayangkannya karena itu tindakan boros. Lebih baik kita sumbangkan uang dan tenaga kita untuk memeriahkan acara tersebut agar anak anak pun senang mengikuti lombanya.

          Dibalik hal tersebut pasti ada perubahan menuju baik, semenjak daerah rumahku tidak ada acara kerja bakti, makin banyak sampah dimana mana, saluran air tidak jalan, dan lain lainnya. Namun aku bangga pada pemerintahan sekarang karena sudah ada tim oranye yang siap membersihkan lingkungan rumahku. Bukan berarti kita memanfaatkannya dengan berfikir buang sampah aja sembarangan nanti juga ada yang ngebersihin.
          
         Dulu banyak bangunan atau tempat dagangan diatas saluran air kini sudah tidak ada yang dulunya sampah banyak disaluran air kini sedikit hanya saja warna airnya masih coklat namun lebih baik karena dulu kita bisa mencium bau sampah disaluran air.

          Mungkin itu saya yang bisa kuceritakan. 

Jangan lupa terus kunjungin web ini dan ceritakan lingkungan rumah kalian di Kolom komentar


          Follow IG saya : ragputran
          Follow Twitter saya : ragputran

Sabtu, 11 Maret 2017

Jumat, 13 Januari 2017

BAB 8. PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT


Perbedaan Kepentingan Perbedaan Kepentingan. Kepentingan adalah suatu hal yang sangat diperlukan oleh sesorang. Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Masalah yang terjadi dalam kehidupan itu sangatlah bermacam-macam karena setiap individu itu mempunyai suatu kepentingan sendiri-sendiri yang berikabatkan suatu perbedaan suatu kehidupan sosial yang terjadi dalam bermasyarakat. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa : 1. Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang 2. Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri 3. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama 4. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi Diskriminasi Dan Etnosentris. Diskriminasi adalah suatu hal yang berupa pengucilan, perbedaan, dan pelecehan terhadap sesorang yang biasanya menyinggung tentang ras, agama dan budaya. Diskriminasi ini bisa timbul dari : 1) Latar belakang sejarah sesorang. 2) Perbedaan warna kulit. 3) Faktor dari kepribadian sesorang. 4) Kepercayaan yang dianut oleh seseorang. Etnosentrisme adalah sikap yang menggunakan pandangan dan cara hidup dari sudut pandangnya sebagai tolok ukur untuk menilai kelompok lain. Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan budaya dan adat istiadat antarkelompok masyarakat tersebut akan menimbulkan konflik sosial akibat adanya sikap etnosentrisme. Sikap tersebut timbul karena adanya anggapan suatu kelompok masyarakat bahwa mereka memiliki pandangan hidup dan sistem nilai yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya. Etnosentrisme akan terus marak apabila pemiliknya tidak mampu melihat human encounter sebagai peluang untuk saling belajar dan meningkatkan kecerdasan, yang selanjutnya bermuara pada prestasi. Sebaliknya, kelompok etnis yang mampu menggunakan perjumpaan mereka dengan kelompok-kelompok lain dengan sebaik-baiknya, di mana pun tempat terjadinya, justru akan makin meninggalkan etnosentrisme. Kelompok semacam itu mampu berprestasi dan menatap masa depan dengan cerah. Pertentangan Dan Ketegangan Dalam Masyarakat. Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu : Terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut. Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah : Elimination yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi. Golongan-Golongan Yang Berbeda Dan Integrasi Sosial. Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan : 1. Suku bangsa dan kebudayaannya. 2. Agama. 3. Bahasa. 4. Nasional Indonesia. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi : a. Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya. b. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa,arab). c. Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan. d. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu. Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain : a. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka. b. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman. c. Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten. Integrasi Internasional merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Beberapa masalah integrasi internasional, antara lain : a. Perbedaan ideologi. b. Kondisi masyarakat yang majemuk. c. Masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh. d. Pertumbuhan partai politik. 5. Pengertian Integrasi Nasional. Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Pengertian ini berhubungan dengan paham idealisme untuk mengenal dan memahami sesuatu harus dicari kaitannya satu dengan yang lain. Dan untuk mengenal manusia harus dikaitkan dengan masyarakat di sekitarnya dan untuk mengenal suatu masyarakat harus dicari kaitannya dengan proses sejarah.

BAB 5. WARGANEGARA DAN NEGARA


HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAHAN Pengertian Hukum Hukum adalah kumpulan aturan aturan yang bertujuan untuk mengatur dimana hukum itu sendiri diberlakukan, sedangkan hukuman adalah konsekuensi atau tanggung jawab terhadap kesalahan yang telah kita perbuat. Sifat-sifat dan ciri-ciri hukum : - Bersifat mengatur, sesuai dengan tujuan hukum itu sendiri yaitu untuk mengatur. - Bersifat memaksa - Berisikan larangan larangan atau perintah perintah - Mengandung sanksi atau hukuman bagi yang melanggarnya Sumber sumber hukum : - Tertulis yaitu hukum yang nyata bentuknya (dalam bentuk tulisan) contohya adalah UUD 1945 - Tidak tertulis yaitu hukum yang tidak nyata alias tidak tertulis, contohnya adalah adat istiadat ataupun norma - norma. Pembagian Hukum Hukum menurut bentuknya dibedakan antara hukum tertulis dan hukum tak tertulis. 1.Hukum Tertulis, yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundangan. 2.Hukum Tak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan dalam masyarakat tetapi tidak tertulis (disebut hukum kebiasaan). Apabila dilihat menurut isinya, hukum dapat dibagi dalam Hukum Privat dan Hukum Publik. 3.Hukum Privat (Hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain, dengan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan, misal Hukum Perdata. 4.Hukum Publik (Hukum Negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat-alat perlengkapan atau hubungan antara Negara dengan perseorangan (warga negara). Pengertian Negara Negara berasal dari kata state (Inggris), staat (Belanda), dan etat (Prancis) yang sama-sama asalnya dari bahasa latin status atau statum yang berarti keadaan atau sesuatu yang bersifat yang tegak dan tetap.Berikut pendapat para tokoh mengenai definisi negara. Dua Tugas Utama Negara Tugas esensial Negara adalah mempertahankan Negara sebagai organisasi politikyang berdaulat. Tugas ini menjadi tugas Negara (memelihara perdamaian, ketertiban,dan ketentraman dalam Negara serta melindungi hak milik dari setiap orang) dan tugas eksternal (mempertahankan kemerdekaan Negara). Tugas esensial sering tugas asli dari Negara sebab dimiliki oleh setiap pemerintah Negara di seluruh dunia. Tugas fakultatif Negara diselenggarakan oleh Negara untuk dapat memperbesar kesejahteraan umum baik moral, intelektual, sosial, maupun ekonomi. Misalnya, memelihara kesejahteraan fakir miskin, kesehatan, dan pendidikan rakyat. Sifat-Sifat Negara Sifat organisasi negara berbeda dengan organisasi lainnya. Sifat negara antara lain : Sifat memaksa : Tiap-tiap negara dapat memaksakan kehendaknya, baik melalui jalur hukum maupun melalui jalur kekuasaan. Sifat monopoli : Setiap negara menguasai hal-hal tertentu demi tujuan negara tersebut tanpa ada saingan. Sifat totalitas : Segala hal tanpa terkecuali menjadi kewenangan negara. Contoh : semua orang harus membayar pajak, semua orang sama di hadapan hukum dan lainnya. Dua Bentuk Negara: 1. Negara Kesatuan Negara kesatuan adalah negara bersusunan tunggal. Maksudnya adalah kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Negara kesatuan terdiri dari beberapa negara yang menggabungkan diri sehingga menjadi suatu negara yang mempunyai status bagian-bagian. Pemerintah pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar. Di dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet), dan satu parlemen. 2. Negara Serikat/Federal Negara serikat, negara federal, atau negara federasi adalah suatu negara bersusun jamak yang terdiri dari beberapa negara bagian yang tidak berdaulat sedangkan yang berdaulat adalah gabungan dari negara-negara bagian itu. Pemerintah federal (pusat) hanya mengeluarkan kebijakan yang bersifat membatasi dan hanya pemerintah pusat yang boleh mengadakan hubungan dengan negara lain. Unsur-Unsur Negara Unsur-unsur pokok untuk dapat membentuk suatu negara adalah : Penduduk adalah warga negara yang mempunyai tempat tinggal serta mempunyaikesepakatan diri untuk bersatu. Yang dimaksud dengan warga negara adalah pendudukasli Indonesia (pribumi) dan penduduk negara lain yang sedang berada di Indonesia untuk bisnis, wisata dan sebagainya. Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuahkedaulatan. Dapat dikatakan menjadi unsur utama pembentuk negara apabila wilayah tersebut mempunyai batas atau teritorial yang jelas atas darat, laut dan udara Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. Tujuan Negara Republik Indonesia: 1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memajukan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial Pengertian Pemerintah Definisi pemerintah secara KBBI adalah sebuah sistem yang mejalankan wewenang dan kekuasaan yang mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagian, sekelompok orang yang secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasan, penguasa suatu negara atau bagian negara, dan badan tertinggi dari yang memerintah suatu negara seperti kabinet dalam sistem perintahan indonesia, yaitu DPR MPR dan Persiden. Perbedaan Pemerintah & Pemerintahan Pemerintah dan pemerintahan mempunyai pengertian yang berbeda. Pemerintah merujuk kepada organ atau alat perlengkapan, sedangkan pemerintahan menunjukkan bidang tugas atau fungsi. Dalam arti sempit pemerintah hanyalah lembaga eksekutif saja. Sedangkan dalam arti luas, pemerintah mencakup aparatur negara yang meliputi semua organ-organ, badan-badan atau lembaga-lembaga, alat perlengkapan negara yang melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan negara. Dengan demikian pemerintah dalam arti luas adalah semua lembaga negara yang terdiri dari lembaga-lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif. Warga Negara dan Negara Warga negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Beberapa pengertian warga negara : · Warga Negara adalah orang yang terkait dengan sistem hukum Negara dan mendapat perlindungan Negara. · Warga Negara secara umum ada Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya. · Warga negara adalah orang yang tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung di dalam negara tersebut. · Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga Negara. 2 Kriteria Menjadi Warga Negara Kriteria Kelahiran, berdasarkan kriteria ini, dibedakan lagi menjadi dua, yaitu : · Kriteria Kelahiran menurut asas keibubapaan atau disebut "ius sanauinis" · Kriteria Kelahiran menurut asas tempat lahir disebut "ius soli". Naturalisasi atau pewarganegaraan, adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syarat tertentu mempunyai kewarganegaraan lain. Orang-Orang yang Berada dalam Wilayah Negara · Penduduk, ialah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan Negara yang bersangkutan, diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok (domisili) di wilayah Negara ini. Penduduk ini dibedakan menjadi dua yaitu: o Penduduk warganegara atau warga Negara adalah penduduk, yang sepenuhnya dapat diatur oleh pemerintah Negara terebut dan mengakui pemerintahannya sendiri o Penduduk bukan warganegara atau orang asing adalah penduduk yang bukan warganegara · Bukan Penduduk, ialah mereka yang berada dalam wilayah suatu negara untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah tersebut. Pasal dalam UUD 1945 tentang Warga Negara · Menurut pasal 26 UUD 1945 Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. · Menurut pasal 26 ayat (2) UUD 1945, Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Bukan Penduduk, adalah orang-orang asing yang tinggal dalam negara bersifat sementara sesuai dengan visa. Pasal-Pasal dalam UUD 1945 tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara Hak dan Kewajiban warga negara diatur dalam undang - undang, sebagai berikut : · Pasal 27 ayat 1-3 Mengatur tentang Kedudukan warga negara,Penghidupan dan pembelaan terhadap negara. · Pasal 28 ayat A – J Mengatur tentang segala bentuk Hak Asasi Manusia. · Pasal 29 ayat 2 Mengatur tentang kebebasan atau hak untuk memeluk agama (kepercayaan ) · Pasal 30 ayat 1-5 Mengatur tentang Kewajiban membela negara, Usaha pertahanan dan keamanan rakyat, Keanggotaan TNI dan Tugasnya, Kepolisian Indonesia dan tugasnya, Susunan dan kedudukan TNI & kepolisian Indonesia. · Pasal 31 ayat 1-5 Mengatur tentang Hak untuk mendapat pendidikan yang layak, kewajiban belajar, Sistem pendidikan Nasional, dan Peran pemerintah dalam bidang Pendidikan dan kebudayaan · Pasal 33 ayat 1-5 Mengatur tentang pengertian perekonomian, Pemanfaatan SDA, dan Prinsip Perekonomian Nasional. · Pasal 34 ayat 1-4 Mengatur tentang Perlindungan terhadap fakir miskin dan anak terlantar sebagai tanggung jawab negara.

BAB 4. PEMUDA DAN SOSIALISASI


Pengertian Pemuda Pemuda adalah generasi yang diharapkan terhadap bangsa dan negaranya untuk meneruskan generasi sebelumnya. Tapi terkkadang pemuda zaman sekarang tidak menyadari bahwa didiri mereka terbebani menjadi pengganti generasi sebelumnya. Pengertian Sosialisasi Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu. Internalisai belajar dan Sosialisasi Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu. Proses Sosialisasi Proses Sosialisasi ada 4 yaitu: 1.Tahapan Persiapan > Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yang disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna. 2.Tahapan Meniru > Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. 3.Tahapan Siap Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi. 4.Tahapan Norma Kolektif > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas. Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda Masyarakat Peranan Sosial Mahasiswa bisa dikatakan pemuda yang aktif dan berintelektual yang akan berperan sebagai generasi yang diharapkan akan meneruskan generasi sebelumnya, yang akan membangun negaranya menjadi lebih baik (maju). Sedangkan Pemuda adalah sesorang Individu atau kelompok yang berperan aktif didalam masyarakat dan bisa dikatakan Mahasiswa atau tidak, karena belum semua pemuda yang berintelektual mampu secara ekonomi untuk menjenjang pendidikan yang lebih tinggi, karna biaya pendidikan yang semakin mahal. Bisa dikatakan Pemuda memiliki Sosialisasi yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan masyarakat kuhususnya bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan sekitar maupun secara luas. Pola Dasar Pembinaan Pengembangan Generasi Muda Pola dasar Pembinaan dan pengembangan Generasi Muda Landasan Idiil Landasan Konstitusional Landasan Strategis Landasan Historis Landasan Normatif Menurut Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda yang ada di atas telah ditetapkan oleh mentri pendidikan dan kebudayaan dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan NO 00323/U/1978 Tanggal 28 Oktober 1978. Jadi, pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah semua pihak yang bersangkutan harus ikut serta dalam kepentingan generasi muda, agar satu laras mencapai tujuan yang kita semua inginkan. Dua Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda. Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu : Generasi Muda sebagai Subyek Generasi Muda sebagai Obyek Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah – masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional. Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional. Masalah – masalah Generasi Muda Banyak sekali masalah – masalah yang ada dikalangan generasai muda, contohnya : Menurunnya jiwa idealisme, patriorisme dan nasionalisme dikalangan generasi muda. Kurangnya Gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan generasi muda. Kawin Muda Pergaulan Bebas Meningkatnya Kenakalan Remaja (Tauran, Mabuk – mabukan, ganja, Narkoba). Belum adanya peraturan UUD yang menyangkut tentang Generasi Muda. Potensi – potensi Generasi Muda. Idealisme dan daya kritis Dinamika dan kreativitas Keberanian Mengambil Resiko Opimis dan kegairahan semangat Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan Patriotisme dan Nasionalisme Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi Tujuan sosialisasi ada 4yaitu: 1.Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat. 2.Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. 3.Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan – latihan mawas diri yang tepat. 4.Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat. Mengembangkan Potensi Generasi Muda Potensi Generasi Muda dapat dikembangkan melalui bidangnya masing – masing agar tercapai suatu keinginan yang selaras antara Generasi sebelumnya dan Generasi Baru yang akan mencapai suatu negara yang maju dan sejahtera. Pendidikan dan Perguruan Tinggi Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing – masing agar bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi ilmu – ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya. Alasan Mengenyam Pendidikan Tinggi Mengapa semua individu khususnya diIndonesia wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun? maka jika tidak, akan terjadi akibat seperti Pengangguran Semakin Banyak, Generasi Muda tidak ada, perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya. (Menakutkan bukan) faktor: hanya karena pendidikan yang mahal. Syukurlah pemerintah punya program sekolah gratis selama 9 tahun, “itu setahu saya karna saat SMA saya masih bayar“. Jadi kesimpulannya mengapa individu harus mengenyam pendidikan adalah karna setiap individu harus sekolah Minimal selama 12 tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa, seseorang itu dapat bermanfaat sebagai pemuda yang aktif didalam lingkungan masyarakat dan akan menjadi Generasi Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang baik mengerti rakyat dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik. (Regeneration).

BAB 7. MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN


PENGERTIAN MASYARAKAT Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya. .Syarat-syarat terbentuknya Masyarakat: > Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama > Merupakan satu kesatuan > Merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya. MASYARAKAT PERKOTAAN Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ciri-ciri type masyarakat Perkotaan Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu : Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme). Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Perbedaan antara desa dan kota Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual. HUBUNGAN DESA DAN KOTA Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa. ASPEK POSITIF DAN NEGATIF Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi : - Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya. - Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja. - Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi. - Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian. - Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum. Untuk itu maka semua fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan : a) Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya . b) Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya ; c) Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru ; d) Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya . Pengeritan Desa merupakan suatu hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisografis, sosial, ekonomi, politk dan kultural yang terdapat pada suatu daerah serta memiliki hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daeah lain. Ciri-Ciri Desa Secara umum pedesaan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. 1.Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam. 2.Pertanian sangat bergantung pada musim. 3.Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja. 4.Struktur perekonomian bersifat agraris. 5.Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft). 6.Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal. 7.Norma agama dan hukum adat masih kuat. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain : Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya Macam- macam pekerjaan gotong royong masyarakat pedesaan – kerja bakti – gotong-royong memperbaiki jembatan atau jalan raya .Sifat dan hakikat masyarakat pedesaan Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah. Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu. Gejala Masyarakat Pedesaan Pendidikan Pada dasarnya, pendidikan yang baik itu haruslah mampu menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan bermanfaat serta menjadikan masyarakat pedesaan lebih terbuka dan akses terhadap pendidikan. Seiring perkembangan zaman, pengertian pendidikan pun mengalami perkembangan. Sehingga, pengertian pendidikan menurut beberapa ahli (pendidikan) berbeda, tetapi secara esenssial terdapat kesatuan unsur-unsur atau faktor-faktor yang terdapat di dalamnya, yaitu bahwa pendidikan menunjukkan suatu proses bimbingan, tuntunan atau pimpinan yang didalamnya mengandung unsur-unsur seperti pendidik, anak didik, tujuan dan lainnya. Umumnya masyarakat pedesaan kurang begitu sadar akan pentingnya pendidikan, Mereka lebih memilih mengajak anak-anak mereka berkebun atau bertani, ketimbang menyekolahkan mereka. Alhasil banyak dari masyarakat pedesaan yang buta tulis dan hitung. Oleh karena itu taraf hidup masyarakat pedesaan relative Salah satu kendala yang telah disadari oleh pemerintah dalam bidang pendidikan di tanah air adalah kesenjangan dan ketidakadilan dalam mengakses terutama pendidikan. Hal ini yang menyebabkan kesadaran masyarakat di desa sangat kurang dan tidak antusias serta memahami akan pentingnya pendidikan. Selain itu, kendala lain negara berkembang termasuk Indonesia, untuk masa yang lama menghadapi empat hambatan besar dalam bidang pendidikan, yaitu: 1. Peninggalan penjajah dengan masyarakat yang tingkat pendidikannya sangat rendah, 2. Anggaran untuk bidang pendidikan yang rendah dan biasanya kalah bersaing dengan kebutuhan pembangunan bidang lainnya, 3. Anggaran yang rendah biasanya diarahkan pada bidang-bidang yang justru menguntungkan mereka yang relatif kaya, 4. Karena anggaran rendah, dalam pengelolaan pendidikan biasanya timbul pengelolaan yang tidak efisien. Sistem budaya petani Indonesia – Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup – Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana – Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama Unsur-unsur Desa 1. Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis. 2. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat 3. Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa. Fungsi Desa fungsi desa adalah: 1. desa yang merupakan hinterland atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok. 2. desa ditinjau dari sudut pemberian ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya. 3. desa dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dll Perbedaan antara Masyarakat pedesaan dan Masyarakat perkotaan: 1.Sederhana 2.Mudah curiga 3.Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya 4.Mempunyai sifat kekeluargaan 5.Lugas atau berbicara apa adanya 6.Tertutup dalam hal keuangan mereka 7.Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota 8.Menghargai orang lain 9.Demokratis dan religius 10.Jika berjanji, akan selalu diingat

BAB 10. AGAMA DAN MASYARAKAT


AGAMA DAN MASYARAKAT A. Agama 1. Apa Itu Agama? Agama adalah sebuah sistem yang mengatur keimanan atau kepercayaan dan peribadahan terhadap Tuhan serta kaidah yang berkatian dengan lingkungan dan pergaulan manusia. Agama sangat penting dalam kehidupan manusia karena agama termasuk pokok atau dasar moral, petunjuk akan kebenaran, dan juga sebagai bimbingan dikala manusia dalam suka maupun duka. Menurut Roland Robertson, dimensi komitmen agama terbagi menjadi : - Dimensi keyakinan mengandung perkiraan / harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu. - Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata. - Dimensi pengetahuan dikaikan dengan perkiraan bahwa orang-orang yang bersikap religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan. - Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu. B. Perkembangan Agama 1. Kaitan Agama Dengan Masyarakat Kaitan agama dengan masyarakat dikelompokkan kedalam 3 tipe yaitu : a. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral. Tipe ini menunjukkan sekelompok orang yang menganut kepercayaan serta kelompok agama yang sama, sehingga tipe ini bisa dibilang hanya kelompok yang kecil, dan terisolasi. b. Masyarakat pra-industri yang sedang berkembang. Masih mengikuti serangkaian acara atau upacara keagamaan, namun juga mengikuti perkembangan teknologi sehingga lebih baik karena tidak terisolasi. c. Masyarakat industri sekuler. Tipe ini menunjukkan masyarakat semakin mengenal teknologi dan hidupnya sudah bergantung dengan teknologi. Sehingga untuk persoalan agama kurang diperhatikan, walaupun kegiatan seperti praktek agama, kebiasaan agama, masih dilakukan. 2. Pelembagaan Agama Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga dimana tempat tersebut untuk membimbing manusia yang mempunyai suatu agama. Seperti di Indonesia terdapat beberapa pelembagaan agama seperti adanya MUI (Majelis Ulama Indonesia). MUI menghimpun para ulama Indonesia untuk bersatu dan membimbing agama islam di Indonesia. Lalu ada juga PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) yang menghimpun gereja-gereja kristen protestan di seluruh Indonesia. Untuk lembaga agama katolik ada KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia), untuk lembaga agama hindu ada PHDI ( Parisada Hindu Dharma Indonesia), untuk lembaga agama buddha ada Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan untuk lembaga agama Khonghucu ada Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) C. Agama, Konflik, dan Masyarakat Di negara-negara yang memiliki agama lebih dari satu, terutama di Indonesia, konflik-konflik antar umat beragama sudah tidak asing lagi. Dari masa dulu sampai skarang banyak kesalahpahaman yang sering terjadi antar umat beragama. Beberapa contohnya adalah seperti tidak bolehnya membangun gereja GKI di wilayah Yasmin, Bogor, dan tidak bolehnya membangun gereja HKBP Philadelphia di Bekasi. Beberapa hal ini menyebabkan konflik antar umat beragama karena kurangnya toleransi antar umat beragama. Konflik-konflik ini bisa dihindari dengan cara mengingat bahwa masyarakat Indonesia ini terdiri dari bermacam suku bangsa, dan juga agama. Dengan mengingat akan hal itu, marilah kita belajar untuk bisa saling mengerti satu sama lain dan tidak mengedepankan kehendak sendiri masing-masing, sehingga antar umat beragama dapat bersatu menjadi suatu Masyarakat Indonesia yang damai dan harmonis

BAB 9. ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN


ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN A. Ilmu Pengetahuan 1. Apa Itu Ilmu Pengetahuan? Asley Montagu dalam bukunya 'The Cultured Man', memberikan pengertian ilmu pengetahuan sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengalaman, studi dan percobaan. V. Afayanev, dalam bukunya 'Marxist Philosophy' menyatakan bahwa pengertian ilmu pengetahuan adalah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat, dan pikiran. Sehingga dapat kita ambil kesimpulan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat, dan pikiran yang berdasarkan pengalaman, studi, dan percobaan. 2. Apa Itu Sikap Ilmiah? Untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, kita harus mempunyai sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan. terdapat beberapa sikap ilmiah yaitu diantaranya : mampu membedakan opini dan fakta, berani mencoba, jujur dan teliti, selalu ingin tahu, mampu bekerja sama, terbuka dan fleksibel, dan bertanggung jawab. B. Teknologi 1. Apa Itu Teknologi? Teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan, dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Teknologi telah mempengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk dapat mengendalikan dan beradaptasi dengan lingkungan alami mereka. 2. Ciri-ciri Fenomena Teknik Pada Masyarakat Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkunngan teknis. Fenomena teknik pada masyarakat menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Rasionaltias, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncakan dengan perhitungan rasional. b. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. c. Otomatisme, artinya dalam hal metode organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. d. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan. e. Monisme, artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi dan saling bergantung. f. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan. 3. Ciri-ciri Teknologi Barat Di masa yang modern ini kita dapat melihat bahwa di wilayah barat, perkembangan teknologi sudah berjalan dengan pesat sehingga membuat banyak negara-negara disana sudah maju. Untuk bisa sampai menjadi negara maju tersebut, negara-negara barat memiliki ciri-ciri teknologi sebagai berikut ini : a. Serba iutensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, dan tenaga kerja. b. Dalam struktur sosial, tteknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan c. Kosmologi dan pandangan teknologi barat mengganggap dirinya sebagai pusatferiferi dan berkaitan dengan kemajuan secara linier. C. Kemiskinan 1. Apa Itu Kemiskinan? Kemiskinan adalah tidak mampunya seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (rumah). Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kemiskinan yaitu tidak adanya kesempatan untuk mengemban pendidikan, sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu juga bisa karena tidak memiliki semangat untuk mempunyai keahlian yang bisa memenuhi kebutuhan hidup. Dalam buku Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan diterangkan bahwa kemiskinan terdiri atas tiga macam yaitu kemiskinan absolut, relatif / struktural dan kemiskinan kultural yang pengertiannya adalah sebagai berikut : a. Kemiskinan absolut atau mutlak adalah kemsikinan yang dapat diukur dengan perbandingan tingkat pendapatan seseorang atau kelurga dengan tingkat pendapatan yang dbutuhkan untuk mencukupi kebutuhan hidup minimum. Sehingga dalam mengkategorikan seseorang atau keluargs mengalami kemiskinan absolut atau mutlak apabila uang yang diperoleh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. b. Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang lebih banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dimana seseorang atau keluarga tersebut tinggal. Sehingga jika pendapatan seseorang atau keluarga itu pendapatannya dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka namun masih bisa dibilang berpendapatan rendah daripada masyarakat lain maka bisa dibilang seseorang atau keluarga tersebut mengalami kemiskinan relatif. c. Kemiskinan kultural adalah keadaan dimana individu ataupun kelompok memilih untuk mengambil prinsip untuk tidak memperbaiki kondisi kehidupannya yang sekarang karena budaya yang dimilikinya. Contoh nya seperti orang-orang suku pedalaman seperti suku anak dalam, suku kajang, suku baduy, dan sebagainya. 2. Ciri-ciri Manusia Yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan Manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan (makanan), sandang (pakaiaan), dan papan (rumah) b. Tidak mempunyai latar pendidikan yang mumpuni. c. Tidak memiliki pekerjaan yang layak dan dapat memenuhi kebutuhan hidup. d. Tinggal di wilayah perkotaan namun tidak memiliki keterampilan ataupun keahlian. 3. Fungsi Kemiskinan Disamping hal-hal negatif yang kita ketahui tentang kemiskinan, kemiskinan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut : a. Fungsi Ekonomi, sebagai penyediaan tenaga kerja, dan munculnya lapangan kerja baru. b. Fungsi Sosial, Menimbulkan rasa simpatik, sehingga muncul badan amal dan zakat untuk membantu orang-orang yang mengalami kemiskinan. c. Fungsi Politik, Sebagai kaum yang paling merasakan kinerja pemerintah dalam memperbaiki sektor ekonomi, dan sebagai kaum yang dapat memberikan kritik dan saran jika menurut mereka perbaikan tersebut tidak berjalan dengan baik.

BAB 6. PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT A. PELAPISAN SOSIAL Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial adalah merupakan suatu pengelompokan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya. Pelapisan sosial dapat terjadi yaitu dari hasil kebiasaan manusia dalam berkomunikasi, berhubungan, atau bersosialisasi satu sama lain secara teratur dan tersusun, baik secara individu maupun berkelompok. Dalam kehidupan bersama, perlu adanya penataan organisasi, sehingga dalam rangka penataan tersebut pada akhinya akan terbentuk pelapisan sosial. 1. Proses Terjadinya Pelapisan Sosial Terdapat beberapa proses terjadinya pelapisan sosial, diantara adalah sebagai berikut : a. Terjadi secara otomatis/dengan sendirinya Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. dalam proses terjadi secara otomatis, seseorang menempati lapisan tertentu bukan karena kesengajaan melainkan terjadi secara otomatis, misal nya seperti keturunan, karena memiliki kepandaian yang lebih, memiliki kemampuan dalam suatu hal misalnya seni, atau mungkin karena usianya yang tua sehingga dianggap lebih bijaksana. b. Terjadi dengan disengaja Proses ini terjadi dengan tujuan untuk mengejar tujuan bersama. Pada pelapisan sosial secara sengaja, terdapat pemberian kewenangan dan kekuasaaan kepada seseorang. Dengan cara pembagian yang benar dalam hal kekuasaan, terdapat peraturan sehingga kedudukan dan kekuasaan seseorang tampak jelas secara teratur. Proses pelapisan ini dapat kita lihat di partai politik, organisasi pemerintahan, atau di suatu perusahaan. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini, terdapat 2 sistem yaitu : -Sistem Fungsional Merupakan suatu pembagian kerja, dengan kedudukan yang setara atau kedudukan yang horizontal, sehingga biasanya harus saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya seperti dalam suatu organisiasi kementerian terdapat kerja sama antara Menteri Pendidikan dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk melakukan pendataan anak-anak dari sekolah menengah atas yang melanjutkan ke pendidikan tinggi. -Sistem Skalar Merupakan pembagian kekuasaan yang seperti tangga atau jenjang dari bawah ke atas, seperti dalam sistem pemerintahan, terdapat kekuasaan terendah yaitu tingkat RT(ketua RT), RW(ketua RW), kelurahan (lurah), kecamatan (camat), kabupaten/kota (bupati/walikota), provinsi (gubernur), dan terakhir adalah negara (presiden). 2. Perbedaan Sistem Pelapisan Masyarakat menurut sifatnya, pelapisan dibedakan menjadi 3 hal, yaitu sistem pelapisan masyarakat yang tertutup, sistem pelapisan yang terbuka, dan sistem pelapisan masyarakat campuran. a. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup Pada sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke pelapisan lain baik ke atas ataupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Pada sistem ini satu-satunya cara untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan masyarakat adalah lewat keturunan. Sistem ini dapat kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sistem kasta terbagi ke dalam : Kasta Brahmana : merupakan kasta tertinggi dan terdiri dari golongan pendeta. Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara. Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat biasa b. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka Sistem pelapisan ini bersifat dinamis karena mobilitasnya besar, setiap anggota pelapisan sosial bebas melakukan perpindahan tingkat sosial, baik vertikal maupun horizontal. Contohnya seorang yang tidak berkecukupan, tapi karena dia tetap berusaha dalam hidupnya maka dia menjadi sukses. Seorang yang tadinya tidak berpendidikan, akhirnya memperoleh pendidikan karena adanya niat dan usaha. c. Sistem pelapisan sosial campuran merupakan sistem pelapisan yang mengkombinasikan sistem pelapisan masyarakat yang tertutup dan terbuka. Misalnya seorang yang tadinya hidup di Bali memiliki kasta Brahmana dimana itu adalah tingkatan tertinggi pada kasta. namun jika ia pindah misalnya ke Jakarta dan menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan yang rendah, dan kemudian harus menyesuaikan diri dengan aturan. 3. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial - Menurut Prof.Dr.Selo Sumardjan menyatakan bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya, yang merupakan sesuatu yang dapat mengembangkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat. - Menurut Gaotano Mosoa, menyatakan bahwa didalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, dan negara maju. Selalu ada 2 kelas yang selalu muncul, yaitu kelas yang pemerintahannya memberi perintah, dan kelas yang diperintah. B. KESAMAAN DERAJAT Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memperoleh kehidupan. sehingga antar sesama manusia terdapat yang namanya kesamaan derajat karena tidak ada kedudukan yang lebih tinggi. 1. Persamaan Hak Negara Republik Indonesia memiliki asas bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Hukum ini dibuat agar masyarakat Indonesia memiliki kesamaan dalam hal pemenuhan hak. Ada empat pasal yang memuat tentang hak asasi manusia di UUD 45 yaitu pasal 27,28,29 dan 31. Pasal 27 ayat 1 berisi bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan Pasal 27 ayat 2 berisi tentang hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan Pasal 28 berisi tentang kemerdekaan untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran secara lisan dan tulisa dan sebagainya ditetapkan oleh undang-undang Pasal 29 ayat 2 berisi tentang kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara Pasal 31 ayat 1 berisi tentang tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran Pasal 31 ayat 2 berisi tentang pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang. 2. 4 Pokok Hak Asasi Dalam 4 Pasal yang Tercantum Pada UUD'45 Dengan mengacu pada UUD'45 dari pasal 27, 28, 29, 31, maka kita dapat mengelompokkannya menjadi 4 pokok yaitu kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, kemudian hal untuk melakukan pekerjaan, hak untuk berserikat dan berkumpul, serta hak untuk menerima pendidikan. C. ELITE DAN MASSA 1. Pengertian Elite Elite adalah posisi di dalam masyarakat di puncak suatu struktur organisasi dan yang terpenting. Atau juga dapat kita definisikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu sesuai dengan keahliannya yang memegang kekuasaan. Tempat tinggal sangat mempengaruhi watak Elite, misalnya watak masyarakat industri berbeda dengan elite di desa. 2. Fungsi Elite dalam Memegang Strategi elite sangat dibutuhkan dalam suatu kelompok masyarakat, karena setiap orang pasti memiliki kecenderungan untuk memilih seseorang untuk memimpin mereka. Golongan elite sebagai minoritas sering di pilih menjadi seorang pemimpin. Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Faktor lain yang menentukan kedudukan seorang elite adalah lewat keunggulannya kan misalnya harus memiliki suatu hubungan yang pas. Dalam hal tanggung jawab, kaum elite memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada masyarakat yang lain. 3. Pengertian Massa Massa adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain, dan identik dengan "pendamaian". Massa diwakili oelh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka terbangkitkan minatnya oleh berbagai peristiwa nasional. 4. Ciri-ciri Massa Terdapat 3 ciri pada massa yaitu : - massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepatnya tersusun dari individu-individu yang anonim. - sedikit demi sedikit interaksi dengan kelas yang lain. - Keanggotaannya bisa dari berbagai lapisan masyarakat sehingga tidak ada sistem seperti kasta. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa contohnya seperti orang-orang yang sedang mengikuti suatu proses peradilan terkait dengan pembunuhan di negri Babel.

Selasa, 10 Januari 2017